Bangsa Indonesia telah sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara. Akan tetapi pada masa pelaksanaannya dari sejak ditetapkan mengalami berbagai rintangan. Tercatat pada beberapa periode sejarah terdapat usaha-usaha untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar Negara. Namun, usaha-usaha tersebut bisa berhasil digagalkan hingga sampai dengan saat ini Pancasila masih duduk sebagai dasar Negara Indonesia.

Lantas, seperti apa penerapan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia pada era pasca kemerdekaan RI? Nah, itulah yang akan jadi pembahasan dalam tulisan kali ii.

Pasca Indonesia berhasil meraih kedaulatan serta menyatakan bahwa telah merdeka, Indonesia dihadapkan pada perjuangan yang baru, yakni usaha untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia pun sudah sepakat bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia akan diisi dengan nilai-nilai yang ada dalam budaya bangsa yag selanjutnya dapat disebut sebagai nilai-nilai Pancasila.

Lahirnya Pancasila dimulai ketika Ir. Soekarno memimpin sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945.  Pasca melewati proses persidangan, akhirnya rumusan Pancasila disahkan sebagai dasar Negara Indonesia merdeka satu hari setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945.

Pada masa awal kemerdekaan, Pancasila sebagai dasar Negara masih mengalami beberapa masalah yang cukup berarti. Mengingat juga Negara masih baru lahir dan masih belum stabil. Terdapat beberapa upaya dari kelompok-kelompok yang ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar Negara. Beberapa usaha tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Gerakan Pemberontakan PKI di Madiun

Gerakan ini dibentuk terjadi pada tahun 1948 untuk mendirikan Negara komunis di Indonesia. Muso menjadi pimpinan dalam gerakan pemberontakan ini. Namun pemberontakan tersebut berhasil diredam oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama dengan rakyat Indonesia.

  1. Pemberontakan DI/NII

Terjadi pada tahun 1949 dengan dimimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. Pemberontakan ini menginginkan berdirinya Negara Islam di Indonesia. Namun pada akhirnya gerakan ini juga berhasil digagalkan.

  1. APRA

Gerakan ini juga terjadi pada tahun 1949. Westerling, warga berkebangsaan Belanda adalah orang yang memimpin gerakan ini. Adanya APRA bertujuan untuk mengkudeta pemerintah yang sah. Namun gerakan tersebut dapat digagalkan.

  1. RMS di Maluku

RMS atau Republik Maluku Selatan di tahun 1950 menjadi Negara boneka buatan Belanda yang pada saat itu menginginkan kemerdekaan dari Indonesia. Soumokil adalah pimpinannya. Namun pemberontakan tersebut lagi-lagi dapat diredam oleh TNI.

Tindo Umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *